Ahlan wa sahlan (أهلاً وسهلاً)

Dari Sampah Jadi “Emas Hitam”! Cara Seru Siswa MTsN 3 Kota Padang Belajar Peduli Lingkungan

17 April 2026

Padang, Humas - Suasana belajar di MTsN 3 Kota Padang makin beda dan pastinya nggak ngebosenin! Kepala madrasah bersama tim kerja dan guru IPA lagi gencar berkolaborasi mengenalkan pengolahan sampah organik lewat komposter ke para siswa. Kegiatan ini bukan cuma teori di kelas, tapi langsung praktik—jadi siswa bisa lihat sendiri gimana sampah yang biasanya dibuang, ternyata bisa jadi sesuatu yang super berguna.

Edukasi ini dimulai dari hal paling basic tapi penting banget: apa itu sampah organik. Siswa diajak memahami kalau nggak semua sampah itu “jahat”. Sampah organik justru bisa terurai alami dan diolah kembali. Contohnya juga dekat banget sama kehidupan sehari-hari:

  • 🍃 Sisa sayur dan kulit buah
  • ☕ Ampas kopi atau teh
  • 🍂 Daun kering dan ranting
    Dengan pemahaman ini, siswa jadi lebih aware buat memilah sampah sejak awal. Simple, tapi impact-nya besar!

Selanjutnya, siswa dikenalkan dengan komposter, alat keren yang jadi “mesin sulap” pengubah sampah jadi pupuk. Di sekolah, digunakan beberapa jenis komposter sederhana yang gampang ditiru:

  • 🛢️ Tong komposter dari drum bekas
  • 🪣 Ember tumpuk (bisa hasilkan kompos cair juga!)
  • 🌱 Komposter komunal di kebun sekolah
    Menariknya, siswa jadi tahu kalau alat-alat ini bisa dibuat dari barang bekas. Jadi, konsep ramah lingkungan makin terasa nyata.

Masuk ke bagian paling seru: proses komposting! Di sini siswa langsung praktik step by step:

  • ✂️ Memilah dan mencacah sampah
  • 🍃 Menyusun lapisan “hijau” dan “cokelat” (1:1)
  • 💧 Menambahkan dekomposer seperti EM4
  • 🔄 Mengaduk secara berkala biar tetap “hidup”
  • 🌑 Menunggu hingga jadi kompos matang (sekitar 2–3 bulan)
    Proses ini sering disebut mengubah sampah jadi “emas hitam”—karena hasilnya berupa pupuk subur yang siap dipakai untuk tanaman.

Lewat kegiatan ini, siswa nggak cuma belajar IPA, tapi juga dapet life skill penting. Mulai dari peduli lingkungan, mengurangi sampah ke TPA, sampai memahami siklus alam secara langsung. Yang paling penting, mereka jadi generasi yang lebih sadar: ternyata menjaga bumi bisa dimulai dari hal kecil—bahkan dari sampah di rumah sendiri. 🌍✨(AA. Foto: AA)

Informasi lainnya...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *