Madrasah Sumbar Jadi Pelopor: Pembukaan dan Persiapan Kurikulum Cinta dan Deep Learning di MAN IC Padang Pariaman

24 Mei 2025

Padang, Humas - Sabtu, 23 Mei 2025, aula MAN Insan Cendekia (IC) Padang Pariaman menjadi saksi dimulainya langkah besar dalam dunia pendidikan madrasah di Sumatera Barat, melalui kegiatan Pembukaan dan Persiapan Pengenalan, Penerapan Kurikulum Cinta (KC) dan Deep Learning (DL). Acara ini diikuti oleh 306 peserta yang terdiri dari kepala madrasah dan wakil kepala bidang kurikulum dari berbagai jenjang, sebagai calon agen perubahan dan role model dalam transformasi pendidikan. Ketua pelaksana, Dr. Ahmad Asdi, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap kebutuhan aktualisasi kurikulum yang lebih humanis, bermakna, dan menyentuh aspek spiritual serta emosional siswa. Dengan dukungan penuh dari Kabid Penmad dan tim pengembangan kurikulum KKM MI, MTs, MA, hingga MAN IC, pelatihan ini diharapkan menjadi tonggak awal penerapan KC dan DL di seluruh madrasah Sumbar.

Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sumbar, Bapak H. Hendri Pani Dias, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa meski KC dan DL secara nasional belum resmi diluncurkan, Sumatera Barat menjadi provinsi pertama yang mendapat kesempatan untuk memahami dan mengimplementasikan esensi kurikulum ini. Beliau menekankan pentingnya integrasi antara akal dan hati dalam proses pembelajaran yang membentuk karakter serta keterampilan siswa secara menyeluruh. KC dan DL hadir tidak hanya sebagai pendekatan kognitif, tetapi juga spiritual, di mana keduanya berangkat dari kesadaran diri, intuisi, dan kasih sayang. Maka dari itu, pelatihan ini menjadi momen penting untuk menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan zaman serta nilai-nilai kehidupan yang lebih bermakna bagi generasi mendatang.

Sementara itu, Plh. Kakanwil Kemenag Sumbar, Dr. H. Abrar Munanda, M.A., secara resmi membuka acara dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. Ia menekankan bahwa dunia pendidikan kini tengah menghadapi tantangan besar dari era revolusi 5.0 yang menuntut perubahan sistemik dan psikologis. Dalam konteks tersebut, KC dan DL hadir sebagai jawaban terhadap fenomena disrupsi, dengan pendekatan yang menggabungkan transfer pengetahuan dan nilai-nilai luhur berbasis cinta dan kesadaran spiritual. Beliau berharap, melalui KC dan DL, madrasah di Sumatera Barat akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara jasmani dan rohani, memiliki sikap empati, keterampilan hidup, serta semangat cinta karena Allah semata. Dengan semangat ini, madrasah ke depan diharapkan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman. (AA. Foto: AA)

Informasi lainnya...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *