
Padang, Humas - Siapa bilang urusan kurikulum selalu ngebosenin dan bikin pusing? Hari Sabtu, 9 Mei 2026 ini, suasana di MAN Insan Cendekia Padang Pariaman justru terasa adem dan penuh aura positif. Kepala MTsN 3 Kota Padang hadir langsung buat "curhat" bareng Direktur KSKK Madrasah Kemenag RI, Prof. Dr. Hj. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.Si. Topiknya nggak main-main tapi super relate sama kehidupan kita sekarang: Penguatan Implementasi KBC (Kurikulum Berbasis Cinta). Bayangin, belajar di sekolah tapi vibes-nya penuh kasih sayang, bukan cuma kejar-kejaran angka di rapor!
Kenapa sih KBC ini penting banget sampai jadi buah bibir para petinggi madrasah? Prof. Nyayu Khodijah menekankan kalau madrasah di tahun 2026 harus makin humanis. Beliau pengen sekolah itu jadi tempat yang fun dan nggak kaku. Intinya, pendidikan harus punya "hati." Kalau selama ini kita cuma fokus gimana caranya dapet nilai 100, sekarang fokusnya ditambah: gimana caranya jadi pribadi yang punya karakter kuat, toleran, dan punya akhlak yang oke banget. Hubungan antara guru dan siswa nggak boleh lagi kayak bos sama bawahan, tapi harus harmonis kayak support system sejati!
Kakanwil Kemenag Sumbar, H. Mahyudin, M.A., juga kelihatan semangat banget menyambut momen langka ini. Beliau bilang kalau kehadiran Direktur KSKK ini jadi booster motivasi buat seluruh madrasah di Sumatera Barat. Semua kepala madrasah yang hadir—termasuk dari MTsN 3 Kota Padang—diajak buat menyamakan frekuensi. Nggak ada lagi tuh ceritanya kurikulum yang bikin stres; tujuannya satu, yaitu bikin madrasah jadi tempat paling nyaman buat tumbuh kembang generasi muda.
Biar makin jelas kenapa kegiatan ini cool banget, intip dulu beberapa poin pentingnya:
- Vibes Belajar Baru: Menciptakan suasana sekolah yang menyenangkan dan jauh dari kesan menyeramkan.
- Karakter di Atas Angka: Menomorsatukan pembentukan akhlak mulia dan kasih sayang dalam interaksi sehari-hari.
- Guru Jadi Bestie: Membangun hubungan harmonis antara guru dan murid agar proses transfer ilmu lebih nyangkut.
- Generasi 2026 yang Beda: Targetnya adalah melahirkan lulusan yang nggak cuma cerdas secara otak, tapi juga berkarakter dan punya manner juara.
Acara yang berlangsung penuh antusias ini membuktikan kalau madrasah lagi bertransformasi jadi lebih modern dan peka zaman. Dengan KBC, diharapkan nggak ada lagi drama sekolah yang bikin malas berangkat pagi. Semoga implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MTsN 3 Kota Padang dan madrasah lainnya makin on point, biar makin banyak lahir generasi yang cerdas, berkarakter, dan pastinya punya akhlakul karimah! (AA. Foto: AA)





0 Komentar