Tim Inklusi MTsN 3 Kota Padang Bersama MTsN 1 Bukittinggi Berkomitmen Sukseskan Pendidikan Inklusif

19 November 2025

Padang, Humas – Tim Inklusi MTsN 3 Kota Padang kembali menunjukkan perannya sebagai penggerak pendidikan ramah semua dengan menjadi narasumber pada workshop pendidikan inklusif di MTsN 1 Bukittinggi yang berlangsung di Grand Bunda Hotel, Bukittinggi, pada 18–19 November 2025. Dalam kegiatan bertema “Kita Sukseskan Pendidikan Inklusif dalam bingkai kurikulum berbasis cinta dan deep learning” tersebut, tim berbagi pengalaman praktik baik mengelola peserta didik berkebutuhan khusus di madrasah reguler. Kehadiran mereka disambut antusias para peserta yang berasal dari berbagai madrasah dan sekolah di Kota Bukittinggi dan sekitarnya.

Pada sesi pemaparan, Tim Inklusi MTsN 3 Kota Padang menekankan bahwa kunci keberhasilan pendidikan inklusif terletak pada perubahan cara pandang guru dan madrasah, dari sekadar menerima menjadi sungguh-sungguh melayani kebutuhan belajar setiap anak. Mereka mendorong peserta untuk mengembangkan kurikulum yang berpijak pada cinta, empati, dan penerimaan, sekaligus memanfaatkan pendekatan deep learning agar setiap siswa—baik reguler maupun berkebutuhan khusus—dapat mencapai potensi maksimalnya. Berbagai strategi diferensiasi pembelajaran, penilaian yang fleksibel, serta kolaborasi guru–orang tua–tenaga ahli dipaparkan sebagai contoh langkah konkret yang bisa segera diadaptasi di satuan pendidikan masing-masing.

Di akhir kegiatan, Tim Inklusi MTsN 3 Kota Padang mengajak seluruh peserta workshop untuk membangun jejaring dan berkomitmen bersama melaksanakan pendidikan inklusif secara berkelanjutan, bukan sekadar slogan di atas kertas. Komitmen ini diwujudkan dalam rencana tindak lanjut berupa saling kunjung, pendampingan, serta forum berbagi praktik baik antarmadrasah. Dengan semangat kolaborasi tersebut, diharapkan Bukittinggi dan Padang dapat menjadi contoh daerah yang berhasil mengimplementasikan pendidikan inklusif dalam bingkai kurikulum berbasis cinta dan deep learning, sehingga setiap anak tanpa kecuali merasakan hak yang sama untuk belajar dan berkembang. (AA. Foto: AA)

Informasi lainnya…

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *