Ahlan wa sahlan (أهلاً وسهلاً)

Kepala MTsN 3 Kota Padang Sekaligus Ketua FPMI Provinsi Sumatera Barat Jadi Narasumber Webinar Nasional Road to HDI 2026

13 Oktober 2026

Padang,Humas - Ketua Forum Pendidik Madrasah Inklusi (FPMI) Provinsi Sumatera Barat, Nurhidayati, ST, menjadi salah satu narasumber dalam webinar nasional bertajuk “Road to Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2026”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Forum Pendidik Madrasah Inklusi (FPMI) pada Senin, 12 Oktober 2026, pukul 13.00 WIB secara daring.

Webinar ini dilaksanakan sebagai upaya pembekalan dan penguatan kapasitas Pengurus Wilayah FPMI tingkat provinsi serta Pengurus Cabang FPMI tingkat kabupaten/kota dalam mengembangkan pendidikan inklusif di lingkungan madrasah. Kegiatan tersebut diikuti oleh Ketua dan Pengurus FPMI Wilayah serta Cabang, Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah, guru, dan tenaga kependidikan madrasah inklusif dari seluruh Indonesia.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, KH Imam Bukhori, serta Anis selaku Kasubdit Pendidikan Islam, bersama jajaran Pengurus Pusat FPMI.

Dalam sambutan Ketua Umum FPMI yang diwakili oleh Wakil Ketua Pengurus Pusat FPMI, Anizar, Ph.D., disampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh jajaran Pengurus Pusat FPMI atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Webinar ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran organisasi dalam mendorong terwujudnya pendidikan inklusif yang semakin berkualitas di Indonesia.

Anizar juga menyampaikan perkembangan positif pendidikan inklusif di lingkungan madrasah. Hingga saat ini, FPMI telah membentuk kepengurusan wilayah di 21 provinsi di Indonesia. Selain itu, hampir 10 persen madrasah di seluruh Indonesia telah memberikan layanan bagi peserta didik penyandang disabilitas.

Dalam arahan yang disampaikan, Anis selaku Kasubdit Pendidikan Islam menegaskan pentingnya menjadikan nilai-nilai keimanan dan kemuliaan manusia sebagai landasan utama dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif. Setiap manusia merupakan makhluk yang dimuliakan Allah SWT sehingga setiap peserta didik berhak memperoleh layanan pendidikan yang menghargai martabat, potensi, dan kebutuhannya.

Salah satu agenda utama webinar adalah diskusi panel mengenai praktik baik dan pengembangan FPMI melalui berbagai program unggulan. Dalam sesi tersebut, tiga narasumber dari perwakilan FPMI tingkat wilayah berbagi pengalaman, strategi, serta inovasi dalam mengembangkan pendidikan inklusif di daerah masing-masing.

Ketua FPMI Provinsi Sumatera Barat, Nurhidayati, ST, menjadi salah satu narasumber yang memaparkan berbagai program unggulan dan praktik baik pengembangan pendidikan inklusif di Sumatera Barat.

Dalam paparannya, Nurhidayati menjelaskan bahwa perjalanan pengembangan madrasah inklusif di Sumatera Barat pada tahap awal menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam membangun semangat, kesadaran, dan keterbukaan untuk menerima serta menerapkan pendidikan inklusif.

Namun, berkat kegigihan dan komitmen para pengurus FPMI Provinsi Sumatera Barat, berbagai tantangan tersebut secara bertahap dapat diatasi. Perkembangan jumlah madrasah inklusif di Sumatera Barat pun menunjukkan kemajuan yang menggembirakan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan stakeholder dan unsur masyarakat. Sosialisasi yang terstruktur, berkelanjutan, dan dilakukan secara konsisten menjadi salah satu strategi penting dalam membangun pemahaman serta menggerakkan dukungan bersama terhadap pendidikan inklusif.

Nurhidayati juga menekankan bahwa pengembangan madrasah inklusif bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pendidikan, pemerintah, masyarakat, dan keluarga. Dengan kerja sama yang kuat, madrasah diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang ramah, aman, dan mendukung perkembangan setiap peserta didik sesuai dengan potensi serta kebutuhannya.

Keikutsertaan Ketua FPMI Provinsi Sumatera Barat sebagai narasumber dalam webinar nasional ini menjadi kesempatan penting untuk berbagi pengalaman dan memperluas praktik baik pengembangan pendidikan inklusif. Pengalaman Sumatera Barat diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengurus FPMI di berbagai daerah dalam memperkuat gerakan pendidikan inklusif menjelang peringatan Hari Disabilitas Internasional Tahun 2026.

Melalui kegiatan ini, FPMI diharapkan semakin solid dalam membangun kolaborasi, meningkatkan kapasitas pengurus, serta memperluas layanan pendidikan inklusif di madrasah. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen untuk mewujudkan madrasah yang ramah bagi semua, menghargai keberagaman, dan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap peserta didik untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. (AA. Foto: AA)

Informasi lainnya...

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *