

Padang, Humas – Dalam upaya mendorong semangat riset dan inovasi di kalangan pelajar, Kepala Madrasah turut serta mendampingi Tim Tsantipa Researcher and Voice dalam proses unggah proposal pada ajang Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KRESNA). Kegiatan ini menjadi momen penting bagi madrasah untuk menunjukkan eksistensinya dalam dunia penelitian siswa tingkat nasional. Pendampingan langsung dari pimpinan madrasah ini menjadi bentuk dukungan moral dan akademik terhadap kreativitas serta kerja keras para siswa dalam menyusun proposal penelitian yang berbasis isu-isu aktual.
Tahun ini, Tim Tsantipa mengirimkan empat tim peneliti yang terdiri dari siswa-siswa terbaik. Tim pertama beranggotakan Jirani Khairyah dan Khanya Rishell Melani dengan judul penelitian “Beli Sekarang Bayar Nanti: Dampak Paylater terhadap Sifat Konsumtif Siswa Madrasah dan Perspektif QS Al-Baqarah 278–279”. Tim kedua adalah Kamelia Putri Kharisma dan Zulaikha Achwatul Jannah yang mengangkat fenomena sosial remaja melalui penelitian berjudul “Fear of Missing Out: Studi Analisis Penyebab Meningkatnya Eksistensi Tawuran Pelajar di Kota Padang”. Penelitian ini menunjukkan perhatian siswa terhadap kondisi sosial yang memengaruhi kehidupan remaja masa kini.
Tim ketiga terdiri dari Sufi Sabita Hanan Tari dan Nasywa Dwi Irawan yang mengangkat tema kesehatan mental dengan judul “Aku Tak Mau Dipasung: Peran Panti Rehabilitasi Yayasan Pelita Jaya Insani dalam Pengobatan ODGJ di Sumatera Barat”. Sementara itu, Kalifahtur Rahmi tampil sebagai peserta tunggal dengan penelitian berjudul “Eksplorasi Etnomatika dalam Penyusunan Suntiang Satangah Tusuak di Minangkabau dengan Aplikasi Geogebra”, yang menggabungkan kearifan lokal dengan pendekatan matematika modern. Keempat proposal ini mencerminkan keberagaman tema dan kedalaman analisis yang menunjukkan bahwa siswa madrasah juga mampu bersaing dalam dunia riset yang inovatif dan relevan. (AA. Foto: AA)





0 Komentar