

Padang, Humas - Kabar seru datang dari ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026! 🎓✨ Dua peneliti muda berbakat, Rumi Arthapurna Vidhiputra (kelas 8.4) dan Shiney Qurrata’ayuni Vidhiputri (kelas 7.5), sukses mencuri perhatian lewat proposal unik mereka berjudul “Etnomitigasi Minangkabau: Transformasi Kearifan Manuskrip Takwil Gempa Surau Minangkabau ke Media Audio-Visual sebagai Upaya Peningkatan Resiliensi Bencana Gen Z di Padang, Sumatera Barat.” Yup, bukan sekadar penelitian biasa—ini perpaduan budaya lokal + teknologi kekinian yang super relevan buat generasi sekarang.
Perjalanan mereka dimulai dari tahap pendaftaran dan upload proposal (6 Februari – 7 Maret 2026) hingga akhirnya lolos tahap penting pengumuman hasil reviu dan seleksi pada 6 April 2026. Proposal ini menarik karena mengangkat manuskrip lama dari surau Minangkabau tentang tafsir gempa (yang dulu mungkin cuma dibaca ulama), lalu “di-upgrade” jadi media audio-visual yang lebih relate buat Gen Z. Jadi, bukan cuma nostalgia budaya, tapi juga solusi nyata buat edukasi kebencanaan yang lebih engaging—bayangin belajar mitigasi gempa lewat video storytelling yang estetik!
Kenapa topik ini penting (dan juga keren)? Ini dia highlight-nya👇
- 🌋 Padang rawan gempa → edukasi mitigasi itu wajib, bukan opsional
- 📜 Manuskrip lama = wisdom lokal yang sering terlupakan
- 🎥 Audio-visual = bahasa Gen Z (lebih masuk daripada teks panjang)
- 🔥 Mix tradisi + teknologi bikin pembelajaran jadi lebih hidup
- 💡 Resiliensi bencana dimulai dari pemahaman yang relatable
Dengan pendekatan yang fresh dan out of the box ini, Rumi dan Shiney membuktikan kalau riset itu nggak harus kaku—bisa tetap ilmiah tapi juga kreatif dan berdampak. Siapa tahu, ke depan mitigasi bencana di Indonesia makin “dekat” ke generasi muda lewat ide-ide sekeren ini. 🚀 (AA. Foto: AA)





0 Komentar